InfoBerita,- Jakarta – Warga Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan dua jasad pria yang telah membusuk di atap sebuah masjid. Penemuan ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, sebelum akhirnya pihak kepolisian mengungkap penyebab pasti kematian kedua korban.
Dua korban diketahui bernama Iwan dan Bambang, yang merupakan warga setempat. Keduanya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh yang sudah mengalami pembusukan. Lokasi penemuan yang tidak biasa, yakni di bagian atap masjid, semakin menambah kejanggalan dan memicu rasa penasaran warga.
Pihak kepolisian dari Polres Brebes segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari masyarakat. Proses identifikasi dan pemeriksaan awal dilakukan untuk memastikan penyebab kematian, sekaligus menghindari spekulasi liar yang berkembang di masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis menjadi kunci dalam mengungkap kasus ini. Kedua jenazah telah menjalani proses visum di RSUD Brebes guna mengetahui penyebab kematian secara pasti.
“Hasil visum menunjukkan adanya luka bakar pada tubuh kedua korban,” ungkap Farid saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis (26/3/2026).
Luka bakar tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama kematian kedua korban. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan bahwa keduanya meninggal akibat tersetrum listrik.
Temuan ini sekaligus menjawab berbagai dugaan yang sempat beredar, termasuk kemungkinan tindak kriminal. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain yang mengarah pada pembunuhan.
Meski demikian, pihak kepolisian masih terus mendalami kronologi kejadian, termasuk bagaimana kedua korban bisa berada di atap masjid. Hal ini menjadi perhatian khusus karena lokasi tersebut bukanlah tempat yang biasa diakses oleh masyarakat umum.
Beberapa warga mengaku terkejut dan tidak menyangka bahwa kejadian tragis tersebut terjadi di lingkungan mereka. Apalagi, masjid yang menjadi lokasi penemuan merupakan tempat ibadah yang sehari-hari digunakan oleh warga sekitar.
“Awalnya tidak ada yang curiga. Tapi setelah ditemukan, semua warga jadi heboh,” ujar salah satu warga setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya listrik, terutama di area terbuka atau bangunan yang memiliki instalasi listrik di bagian atas. Kesalahan kecil atau kelalaian dalam beraktivitas di dekat sumber listrik dapat berakibat fatal.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas berisiko tanpa pengetahuan yang memadai, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik.
Selain itu, pihak berwenang juga mengingatkan pengelola tempat ibadah dan fasilitas umum untuk memastikan keamanan instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kasus ini kini telah memasuki tahap akhir penyelidikan, dengan fokus pada pelengkapan administrasi dan dokumentasi hasil visum. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila ditemukan fakta baru.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas. Kejadian tragis ini menunjukkan bahwa bahaya dapat datang dari hal-hal yang tampak sepele, namun memiliki risiko besar jika tidak ditangani dengan hati-hati.