InfoEkonomi,- Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melakukan perombakan besar di lingkungan Kementerian Keuangan. Kali ini, sebanyak 40 pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta tiga pejabat di Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) resmi dilantik dan menempati jabatan baru.
Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (6/2/2026). Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari strategi pembenahan organisasi agar tetap adaptif menghadapi tantangan fiskal yang semakin kompleks.
“Saya, Menteri Keuangan, dengan ini resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Keuangan,” ujar Purbaya dalam acara pelantikan.
Pelantikan Ketiga dalam Sebulan
Langkah ini menjadi pelantikan ketiga dalam satu bulan terakhir yang dilakukan Purbaya sejak menjabat. Sebelumnya, pada 22 Januari 2026, ia melantik empat pejabat pajak di wilayah Jakarta Utara. Selanjutnya, pada 28 Januari 2026, sebanyak 36 pejabat Kemenkeu dilantik di berbagai unit, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).
Menurut Purbaya, intensitas rotasi tersebut bukan tanpa alasan. Ia menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari strategi penataan sumber daya manusia agar organisasi tetap solid dan siap menghadapi dinamika ekonomi nasional maupun global.
“Ini adalah bagian dari strategi pembenahan organisasi dengan menempatkan orang-orang terbaik di tempat strategis dan di saat yang tepat,” tegasnya.
DJP Jadi Fokus Utama Rotasi
Dari total pejabat yang dilantik, DJP menjadi unit yang paling banyak mengalami perubahan. Sejumlah posisi strategis, mulai dari level direktur hingga kepala kantor wilayah, diisi oleh pejabat baru.
Beberapa jabatan penting yang mengalami pergantian antara lain:
- Sekretaris DJP kini dijabat oleh Nurbaeti Munawaroh
- Direktur Pemeriksaan dan Penagihan diemban oleh Irawan
- Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan dijabat Eureka Putra
- Direktur Penegakan Hukum dipercayakan kepada Saminugun
- Direktur Perpajakan Internasional dijabat Dwi Astuti
Selain itu, hampir seluruh kantor wilayah DJP di berbagai daerah mengalami pergantian pimpinan, termasuk wilayah strategis seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga kawasan Indonesia Timur.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa penguatan kinerja penerimaan pajak menjadi prioritas utama pemerintah.
Rotasi Wilayah Pajak dari Barat hingga Timur
Rotasi juga menyentuh kepala kantor wilayah DJP di berbagai provinsi. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara, seluruhnya kini dipimpin oleh pejabat baru.
Wilayah Wajib Pajak Besar, yang menjadi tulang punggung penerimaan negara, juga mengalami pergantian pimpinan dengan R. Dasto Ledyanto sebagai kepala kanwil baru.
Langkah ini memperlihatkan upaya Kemenkeu untuk memastikan pengawasan dan pelayanan pajak berjalan optimal di seluruh Indonesia.
DJA Ikut Disegarkan
Tak hanya DJP, Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) juga turut mengalami rotasi. Tiga pejabat strategis yang dilantik adalah:
- Riko Amir sebagai Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan
- Didik Kusnaini sebagai Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
- Kurnia Chairi sebagai Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran
Perubahan ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan perencanaan dan pengelolaan anggaran negara.
Organisasi Harus Selalu “Fit”
Purbaya menekankan bahwa rotasi merupakan hal wajar dalam organisasi besar seperti Kemenkeu. Menurutnya, tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah menuntut aparatur yang sigap, profesional, dan berintegritas.
“Kemenkeu menghadapi tantangan yang sangat kompleks, sehingga membutuhkan pegawai dan organisasi yang selalu fit,” tuturnya.
Dengan rotasi ini, Kemenkeu berharap dapat memperkuat fondasi reformasi birokrasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.