InfoBola,- Manchester United mulai menunjukkan sinyal kebangkitan sejak ditangani Michael Carrick. Dalam empat pertandingan awal di bawah komando manajer berusia 44 tahun tersebut, Setan Merah tampil sempurna dengan torehan empat kemenangan beruntun. Lebih dari sekadar hasil positif, perubahan performa MU terlihat nyata dari keseimbangan permainan, terutama di sektor lini tengah yang sebelumnya kerap menjadi sorotan.
Carrick datang di momen krusial ketika performa MU dinilai belum stabil. Banyak pihak menilai lini tengah Setan Merah terlalu mudah ditembus dan kurang solid dalam transisi bertahan maupun menyerang. Namun, dalam waktu singkat, mantan gelandang MU itu mampu memberi sentuhan berbeda.
Formasi Baru, Identitas Baru
Di bawah Carrick, Manchester United mengusung skema 4-2-3-1. Formasi ini memberi keseimbangan antara soliditas bertahan dan fleksibilitas menyerang. Duet Casemiro dan Kobbie Mainoo dipercaya mengisi posisi double pivot, bertugas sebagai pengatur tempo sekaligus perisai pertama di depan lini belakang.
Di depan mereka, Bruno Fernandes menjadi motor kreativitas, dibantu Amad Diallo di sisi sayap. Satu posisi ofensif lain diisi bergantian oleh Patrick Dorgu atau Matheus Cunha, tergantung kebutuhan taktik dan lawan yang dihadapi.
Perubahan struktur ini membuat MU lebih rapi dalam bertahan dan lebih cepat saat melakukan transisi menyerang. Aliran bola dari lini tengah ke depan terlihat lebih terarah, sementara pressing menjadi lebih terorganisir.
Statistik Bicara: Produktif dan Lebih Solid
Empat laga, sepuluh gol tercipta, dan hanya empat kali kebobolan. Catatan ini menunjukkan bahwa MU bukan hanya menang, tetapi juga tampil efektif. Produktivitas meningkat, sementara lini pertahanan mendapatkan perlindungan yang lebih baik dari gelandang.
Casemiro kembali menemukan perannya sebagai pemutus serangan lawan. Sementara Kobbie Mainoo tampil sebagai pelapis ideal dengan energi, agresivitas, serta keberanian membawa bola ke depan. Kombinasi pengalaman dan energi muda ini memberi dimensi baru bagi permainan MU.
Bruno Fernandes pun terlihat lebih bebas berkreasi karena beban bertahan di lini tengah kini lebih seimbang. Ia bisa fokus mengatur serangan, membuka ruang, dan menjadi penghubung utama ke lini depan.
Pujian Legenda: Lini Tengah Tak Lagi Lemah
Mantan pemain Manchester United, Owen Hargreaves, menilai bahwa masalah klasik di lini tengah kini mulai teratasi. Ia menyoroti bagaimana sektor tersebut sebelumnya menjadi titik lemah saat tim masih dilatih Ruben Amorim.
“Sebelumnya kami telah mengatakan bahwa di bawah asuhan Ruben Amorim, lini tengah merupakan sebuah kelemahan. Tapi sekarang trio lini tengah terlihat sangat bagus,” ujar Hargreaves.
Komentar tersebut mencerminkan perubahan signifikan yang terjadi. Jika sebelumnya MU kerap kalah duel di tengah lapangan dan kesulitan menjaga tempo, kini permainan mereka lebih stabil dan terkendali.
Tantangan Sebenarnya Baru Dimulai
Meski awal yang sempurna, Carrick menyadari bahwa perjalanan masih panjang. Empat kemenangan belum cukup untuk menghapus keraguan publik sepenuhnya. Konsistensi akan menjadi ujian utama, terutama saat MU menghadapi lawan dengan level kompetisi yang lebih tinggi.
Selain itu, kedalaman skuad dan kebugaran pemain juga menjadi faktor krusial. Jadwal padat bisa menguji kestabilan performa, terutama jika rotasi tidak berjalan optimal.
Namun satu hal mulai terlihat jelas: Manchester United perlahan menemukan kembali identitas permainan yang solid. Lini tengah yang dulu rapuh kini menjadi pondasi utama kebangkitan.
Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin MU akan kembali menjadi penantang serius di berbagai kompetisi. Era Michael Carrick mungkin baru dimulai, tetapi tanda-tanda kebangkitan Setan Merah sudah terasa nyata.