InfoBola,- Inter Milan menjaga asa meraih trofi Coppa Italia setelah memastikan satu tempat di babak semifinal. Kemenangan atas Torino menjadi langkah krusial bagi Nerazzurri, yang musim ini bertekad menebus kegagalan meraih gelar pada kompetisi sebelumnya.
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Inter tampil agresif sejak awal laga. Tekanan tinggi yang diterapkan pasukan Simone Inzaghi membuahkan hasil cepat. Inter unggul dua gol lebih dulu melalui Ange-Yoan Bonny dan Andy Diouf, yang tampil efektif memanfaatkan celah di lini pertahanan Torino.
Keunggulan dua gol tersebut sempat memberi rasa aman bagi Inter. Namun Torino tidak tinggal diam. Tim tamu perlahan bangkit dan mulai menekan pertahanan tuan rumah. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Sandro Kulenovic berhasil memperkecil ketertinggalan, membuat tensi pertandingan kembali meningkat.
Torino bahkan sempat mencetak gol kedua yang berpotensi mengubah jalannya laga. Sayangnya bagi mereka, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah melalui peninjauan karena posisi offside. Keputusan itu menjadi momen krusial yang menyelamatkan Inter dari situasi sulit.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap bertahan dan memastikan Inter Milan melaju ke semifinal Coppa Italia. Hasil ini sekaligus memperpanjang napas Nerazzurri dalam perburuan trofi musim ini.
Bagi Inter, Coppa Italia bukan sekadar kompetisi tambahan. Turnamen ini menjadi peluang nyata untuk mengakhiri musim dengan gelar, setelah kegagalan demi kegagalan yang dialami sebelumnya. Pada musim 2024/2025, Inter harus menelan kenyataan pahit dengan finis sebagai runner-up di Serie A dan Liga Champions.
Dalam dua ajang tersebut, Lautaro Martinez dan rekan-rekan sebenarnya tampil kompetitif. Namun pada momen-momen krusial, Inter gagal memaksimalkan peluang. Kegagalan meraih satu pun trofi membuat Coppa Italia kini memiliki nilai strategis yang sangat besar.
Simone Inzaghi disebut menjadikan Coppa Italia sebagai fokus utama dalam sisa musim. Selain memberi peluang trofi, kompetisi ini juga menjadi ajang pembuktian karakter tim, terutama dalam menjaga konsistensi di laga-laga sistem gugur.
Kemenangan atas Torino menunjukkan bahwa Inter belajar dari kesalahan. Meski sempat ditekan, mereka mampu bertahan dan mengelola permainan dengan lebih matang. Hal ini menjadi sinyal positif menjelang babak semifinal, di mana level kesulitan tentu akan meningkat.
Dari sisi permainan, kontribusi para pemain muda dan rotasi skuad juga patut dicatat. Gol dari Bonny dan Diouf menunjukkan kedalaman skuad Inter yang mulai teruji. Hal ini penting mengingat padatnya jadwal dan tuntutan performa di berbagai kompetisi.
Coppa Italia kini menjadi harapan terakhir Inter untuk menutup musim dengan catatan manis. Dengan mental yang lebih terasah dan pengalaman pahit musim lalu sebagai pelajaran, Nerazzurri bertekad tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.