InfoBerita,- Bali — Malam di Kerobokan Kelod yang biasanya lengang berubah menjadi saksi tragedi. Juhaeryah Velina (46), seorang perempuan asal Tangerang, meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak tiang listrik di Jalan Pengubengan Kauh, Kuta Utara, Badung. Insiden tersebut terjadi bukan karena kelalaian semata, melainkan akibat upaya korban menghindari aksi penjambretan.
Peristiwa ini mengguncang rasa aman warga sekitar dan memantik kembali diskusi tentang keamanan jalanan di wilayah padat aktivitas. Bagi keluarga korban, tragedi ini bukan sekadar statistik kriminal, melainkan kehilangan orang terkasih yang tak tergantikan.
Aksi Kriminal dalam Sekejap
Berdasarkan keterangan kepolisian, dua orang pelaku mencoba merampas tas korban saat korban tengah mengendarai sepeda motor. Tarikan tas yang tiba-tiba membuat korban kehilangan kendali. Dalam situasi panik, motor korban oleng dan menghantam tiang listrik di sisi jalan.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina menyebut insiden tersebut terekam CCTV. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana sebuah aksi kriminal yang berlangsung hanya beberapa detik berujung pada tragedi besar.
“Dari rekaman terlihat pelaku menarik tas korban. Korban kehilangan keseimbangan dan menabrak tiang listrik. Pelaku juga terjatuh sehingga gagal membawa kabur barang milik korban,” ujar Agus.
Gagal Merampas, Berhasil Merenggut Nyawa
Meski para pelaku gagal mendapatkan barang berharga, dampak dari aksi mereka jauh lebih fatal. Velina mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Garba Med di Kerobokan. Namun, sekitar pukul 01.00 Wita pada Minggu (8/2/2026), nyawanya tak tertolong.
Keluarga korban membawa jenazah Velina kembali ke Tangerang untuk dimakamkan. Kepergian Velina meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang merasa kejadian ini bisa menimpa siapa saja.
Trauma Publik dan Rasa Aman yang Terusik
Kematian akibat aksi jambret memunculkan trauma kolektif, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang kerap melintas di kawasan sepi pada malam hari. Warga sekitar mengaku waswas dan berharap patroli keamanan diperketat.
Kasus ini juga menyoroti kerentanan pengguna jalan terhadap kejahatan oportunistik. Pelaku kerap mengincar pengendara yang membawa tas di bahu atau menggantungkan barang di setang motor, karena mudah dirampas dari samping.
Polisi Perluas Penyelidikan
Hingga kini, polisi masih memburu dua pelaku yang terlibat. Rekaman CCTV menjadi kunci utama dalam upaya mengungkap identitas mereka. Kepolisian juga berkoordinasi dengan warga sekitar untuk mengumpulkan informasi tambahan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika memiliki informasi terkait peristiwa tersebut. Selain itu, warga diminta lebih waspada dan menghindari kebiasaan yang berpotensi memancing aksi kriminal.
Tragedi yang Menjadi Alarm Keamanan
Kejadian ini menjadi alarm keras bagi aparat dan masyarakat. Di tengah citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman, kasus kriminal yang berujung maut mencoreng rasa aman publik. Aparat diharapkan tidak hanya bergerak reaktif, tetapi juga preventif dengan meningkatkan patroli dan pengawasan di titik rawan.
Lebih dari sekadar penegakan hukum, tragedi ini menuntut perhatian serius terhadap keselamatan pengguna jalan. Kesadaran kolektif, pengawasan lingkungan, dan respons cepat aparat menjadi kunci mencegah kejadian serupa terulang.