InfoBola,- Jakarta – Pertandingan pekan ke-24 Liga Spanyol musim 2025-2026 menghadirkan drama panas di Stadion Montilivi, Selasa (16/2/2026) atau Rabu dini hari WIB. Girona FC sukses menundukkan rival sekotanya, FC Barcelona, dengan skor 2-1 dalam duel bertensi tinggi yang diwarnai kontroversi pada menit-menit akhir.
Laga ini menjadi sorotan bukan hanya karena statusnya sebagai derby Catalunya, tetapi juga karena situasi yang menyelimuti Barcelona di bawah arahan Hansi Flick. Datang dengan ambisi mengamankan poin penuh demi menjaga persaingan papan atas, Blaugrana justru harus pulang dengan tangan hampa.
Barcelona Sempat Unggul
Babak pertama berlangsung ketat. Kedua tim bermain disiplin dan berhati-hati dalam membangun serangan. Girona, yang tampil di hadapan publik sendiri, mencoba mengambil inisiatif lebih dulu. Namun Barcelona perlahan mampu mengontrol ritme permainan melalui penguasaan bola yang lebih dominan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-59. Bek muda Barcelona, Pau Cubarsí, muncul sebagai pembeda lewat golnya. Memanfaatkan situasi bola mati, Cubarsí berhasil mengirim bola ke gawang tuan rumah dan membawa Barcelona unggul 1-0. Gol tersebut sempat membuat kubu tamu berada di atas angin.
Momentum itu, bagaimanapun, tidak bertahan lama.
Respons Cepat Girona
Hanya tiga menit berselang, tepatnya pada menit ke-62, Girona menunjukkan mentalitas kuat. Gelandang serang mereka, Thomas Lemar, mencetak gol penyeimbang yang membakar semangat publik Montilivi. Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang mampu mengeksploitasi celah di lini pertahanan Barcelona.
Skor berubah menjadi 1-1, dan pertandingan kembali terbuka. Intensitas meningkat signifikan. Kedua tim silih berganti melancarkan tekanan. Barcelona berusaha kembali menguasai permainan, sementara Girona tampil lebih percaya diri setelah berhasil menyamakan kedudukan.
Gol Penentu yang Mengundang Perdebatan
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, drama justru terjadi pada menit ke-86. Gelandang Girona, Fran Beltrán, mencetak gol yang kemudian menjadi penentu kemenangan tuan rumah.
Beltrán melepaskan tembakan yang bersarang ke gawang Barcelona dan mengubah skor menjadi 2-1. Stadion Montilivi meledak dalam euforia. Namun, selebrasi tersebut dibayangi perdebatan.
Kubu Barcelona mempertanyakan proses terjadinya gol tersebut. Mereka menilai ada situasi yang seharusnya ditinjau lebih lanjut sebelum gol disahkan. Meski demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut, dan pertandingan berakhir dengan kemenangan Girona.
Tekanan untuk Barcelona
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Barcelona. Di bawah asuhan Hansi Flick, tim Catalan tersebut tengah berupaya menjaga konsistensi dalam persaingan gelar. Hasil di Montilivi membuat langkah mereka tersendat.
Secara statistik, Barcelona sebenarnya tidak tampil buruk. Mereka unggul dalam penguasaan bola dan sempat mengendalikan tempo permainan. Namun efektivitas menjadi pembeda. Girona mampu memaksimalkan peluang krusial, terutama pada fase akhir pertandingan.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Girona. Mengalahkan rival sekota sekaligus tim besar seperti Barcelona jelas mempertegas kapasitas mereka sebagai tim yang tak bisa dipandang sebelah mata musim ini.
Derby yang Sarat Emosi
Pertandingan ini kembali menegaskan bahwa derby tidak pernah sekadar soal klasemen. Atmosfer panas, determinasi tinggi, serta tensi emosional menjadi warna dominan sepanjang 90 menit.
Bagi Girona, kemenangan 2-1 ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga prestise. Sementara bagi Barcelona, laga ini menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga konsentrasi hingga menit akhir.
Liga masih panjang. Namun hasil di Montilivi bisa menjadi momen penting dalam perjalanan kedua tim musim ini.