InfoArtis,- JAKARTA — Dunia hiburan Indonesia kembali menghadirkan kolaborasi menarik antara dua komika yang sudah lama dikenal publik, yaitu Oki Rengga dan Lolox. Keduanya dipertemukan kembali dalam proyek film layar lebar berjudul Tiba-Tiba Setan.
Film yang diproduksi oleh Ess Jay Studio ini mengusung genre horor komedi, sebuah kombinasi yang mengandalkan unsur ketegangan sekaligus humor. Namun bagi Oki dan Lolox, film ini bukan hanya sekadar proyek akting biasa. Kehadiran mereka dalam satu layar justru menjadi momen yang sarat dengan kenangan dan perjalanan panjang persahabatan.
Mengingat Masa Perjuangan
Oki Rengga mengungkapkan bahwa bekerja bersama Lolox dalam film ini membawa dirinya kembali pada masa-masa awal ketika mereka masih berjuang di dunia hiburan. Saat itu, keduanya sama-sama merantau dengan mimpi besar untuk meniti karier sebagai komika.
Menurut Oki, hubungan persahabatan mereka telah terjalin jauh sebelum popularitas datang. Bahkan, keduanya pernah tinggal bersama selama kurang lebih empat tahun ketika masih berusaha mencari kesempatan di dunia hiburan.
Bagi Oki, periode tersebut menjadi salah satu fase paling berharga dalam hidupnya. Mereka tidak hanya berbagi tempat tinggal, tetapi juga saling mendukung dalam menghadapi berbagai kesulitan sebagai perantau yang sedang membangun karier.
Dalam berbagai kesempatan, Oki kerap mengenang bagaimana mereka harus berjuang bersama, mulai dari mencari panggung stand-up hingga menghadapi keterbatasan ekonomi di awal perjalanan.
Dari Panggung Stand-Up ke Layar Lebar
Perjalanan Oki Rengga dan Lolox di industri hiburan tidak terjadi secara instan. Keduanya dikenal luas melalui dunia stand-up comedy, yang kemudian membuka berbagai peluang di bidang lain seperti televisi, konten digital, hingga perfilman.
Kini, keterlibatan mereka dalam film Tiba-Tiba Setan menandai fase baru dalam karier masing-masing. Film tersebut menjadi wadah bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan akting sekaligus mempertahankan identitas komedi yang selama ini melekat pada diri mereka.
Genre horor komedi dipilih karena dianggap cocok dengan karakter keduanya. Unsur komedi yang mereka bawakan diharapkan dapat memberikan warna segar dalam cerita yang dibalut nuansa horor.
Film yang Sarat Emosi
Meski dikemas sebagai film hiburan, bagi Oki Rengga proyek ini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia mengaku merasakan emosi tersendiri saat berada di lokasi syuting bersama Lolox.
Setiap adegan yang mereka jalani seakan mengingatkan kembali perjalanan panjang yang pernah mereka lalui bersama. Dari masa-masa penuh keterbatasan hingga akhirnya sama-sama mendapat kesempatan tampil dalam produksi film layar lebar.
Bagi Oki, momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa kesuksesan sering kali berawal dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
Persahabatan yang Tetap Terjaga
Industri hiburan sering kali mempertemukan banyak orang, tetapi tidak semua hubungan dapat bertahan lama. Namun bagi Oki Rengga dan Lolox, persahabatan yang mereka bangun sejak masa merantau justru tetap terjaga hingga sekarang.
Kolaborasi dalam film Tiba-Tiba Setan menjadi bukti bahwa hubungan tersebut masih kuat meski masing-masing telah memiliki kesibukan dan karier yang berkembang.
Kehadiran mereka dalam satu proyek juga menunjukkan bagaimana industri hiburan dapat menjadi ruang yang mempertemukan kembali orang-orang dengan sejarah panjang dalam hidup mereka.
Harapan untuk Film
Film Tiba-Tiba Setan diharapkan dapat memberikan pengalaman hiburan yang berbeda bagi penonton Indonesia. Kombinasi unsur horor dan komedi diyakini mampu menghadirkan suasana yang menghibur sekaligus menegangkan.
Selain itu, kehadiran dua komika dengan chemistry yang sudah terbangun sejak lama diyakini menjadi salah satu daya tarik utama film ini.
Bagi Oki dan Lolox, film ini bukan hanya tentang akting atau proyek profesional semata. Lebih dari itu, film ini menjadi simbol perjalanan persahabatan yang telah melewati berbagai fase kehidupan.
Dari kamar kos sederhana saat merantau hingga kini berdiri bersama di lokasi syuting film layar lebar, kisah mereka menjadi bukti bahwa mimpi besar sering kali dimulai dari langkah kecil dan perjuangan panjang.