InfoEkonomi,- Jakarta – Pencarian pekerjaan di Inggris semakin menantang di awal tahun 2026. Menurut data terbaru dari situs pencarian kerja online, Adzuna, permintaan untuk lowongan pekerjaan pada Januari 2026 mengalami penurunan signifikan sebesar 3,05%. Ini merupakan penurunan yang berlanjut dari tren tahun lalu, dan menjadi angka terendah dalam lima tahun terakhir.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan untuk lulusan baru tercatat menurun drastis sebanyak 19,1%, dengan jumlah lowongan yang tersedia di bawah 10.000. Angka ini menjadi yang pertama kalinya sejak Adzuna mulai melacak metrik ini pada April 2016. Fenomena ini tentu menambah kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja di Inggris sedang mengalami penurunan yang cukup dalam.
Andrew Hunter, salah satu analis dari Adzuna, menyatakan bahwa pasar kerja tetap penuh tantangan dengan lebih sedikitnya lowongan pekerjaan, serta persaingan yang semakin ketat. Meskipun demikian, ada satu titik terang: “Pertumbuhan upah yang berkelanjutan menunjukkan bahwa pemberi kerja masih bersedia membayar untuk keterampilan yang tepat,” ujarnya, seperti dikutip dalam laporan yang dirilis Senin (23/2/2026).
Kenaikan Gaji yang Mengkhawatirkan
Laporan Adzuna juga mencatatkan kenaikan gaji rata-rata di bulan Januari 2026 yang mencapai £43.289 (setara dengan US$58.300). Ini adalah angka yang lebih tinggi 5,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini melampaui perkiraan Bank of England yang memprediksi kenaikan upah sebesar 3,25% untuk mempertahankan tingkat inflasi yang stabil.
Namun, meskipun ada kenaikan upah, hal ini justru menambah kekhawatiran tentang kondisi pasar tenaga kerja yang semakin terpuruk. Di satu sisi, ada lebih sedikit lowongan pekerjaan, namun di sisi lain, kenaikan gaji ini menunjukkan bahwa pemberi kerja hanya akan bersedia membayar lebih untuk tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Hal ini membuat pasar kerja semakin selektif dan tidak dapat diakses oleh semua kalangan, terutama generasi muda yang mungkin belum memiliki pengalaman yang dibutuhkan.
Pengaruh Besar pada Kaum Muda
Tentu saja, kaum muda menjadi kelompok yang paling terdampak oleh kondisi ini. Berdasarkan data yang ada, mereka menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. Beberapa faktor, termasuk tingginya persaingan, ketersediaan lowongan yang terbatas, serta ketatnya standar penerimaan kerja, menjadikan kesempatan bagi mereka untuk memasuki dunia kerja semakin sempit.
Kekhawatiran Bank of England tentang Pengangguran yang Meningkat
Badan pengatur moneter Inggris, Bank of England, juga menunjukkan kekhawatirannya terhadap tingkat pengangguran yang terus meningkat. Dalam beberapa bulan terakhir, angka pengangguran tercatat naik menjadi 5,2%, meningkat dari angka 4,7% yang tercatat enam bulan sebelumnya. Ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam pasar tenaga kerja, yang mengarah pada peningkatan pengangguran.
Peningkatan angka pengangguran ini memberi sinyal adanya ketegangan dalam ekonomi Inggris, yang semakin mempersulit penduduk untuk menemukan pekerjaan yang layak. Sementara beberapa sektor mengalami stagnasi atau penurunan, sektor lain mungkin justru berjuang untuk menemukan tenaga kerja yang berkualitas.
Arah Masa Depan Pasar Kerja Inggris
Pasar kerja Inggris menghadapi masa yang sangat menantang. Penurunan jumlah lowongan pekerjaan dan meningkatnya persaingan menjadikan pencarian kerja semakin sulit bagi banyak orang. Apalagi dengan jumlah lowongan pekerjaan yang semakin terbatas, para pencari kerja harus lebih kreatif dan mengasah keterampilan agar dapat bersaing di pasar yang semakin selektif.
Harapan dari Pemberi Kerja yang Cermat
Walau pasar kerja sedang dalam kondisi sulit, pemberi kerja di Inggris menunjukkan bahwa mereka masih bersedia membayar untuk keterampilan yang relevan dan tepat. Ini menjadi peluang bagi pekerja yang memiliki keahlian khusus, terutama di sektor-sektor yang sedang berkembang, seperti teknologi, kesehatan, dan sektor energi terbarukan.
Dengan begitu, meskipun tantangan di pasar kerja semakin besar, tetap ada harapan bagi mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Dalam situasi ini, pendidikan dan pelatihan keterampilan menjadi kunci untuk tetap relevan dan kompetitif di dunia kerja Inggris.