InfoArtis,- Jakarta – Kabar membahagiakan datang dari mantan penyanyi cilik sekaligus politisi, Tina Toon. Tanpa banyak sorotan publik, ia ternyata telah melahirkan anak pertamanya pada Februari tahun lalu. Kini, sang buah hati telah genap berusia satu tahun.
Selama ini, publik mengenal Tina sebagai figur yang aktif di dunia politik sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Namun di balik aktivitasnya yang padat, ia tengah menjalani peran baru yang jauh lebih personal: menjadi seorang ibu.
Memilih Fokus Beradaptasi
Tina mengungkapkan bahwa keputusannya untuk tidak langsung mengumumkan kelahiran anak bukan tanpa alasan. Ia merasa perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi dalam hidupnya setelah melahirkan.
Saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026), Tina menjelaskan bahwa masa kehamilan hingga satu tahun pertama setelah melahirkan merupakan fase yang penuh dinamika.
“Kalau di komentar-komentar nanyain anak aku. Karena kemarin itu memang dari hamil sampai melahirkan, sampai setahun itu kayak berantakan aja gitu,” ujarnya.
Ia menggambarkan masa tersebut sebagai periode penyesuaian yang tidak mudah. Perubahan fisik, emosional, hingga tanggung jawab baru sebagai ibu membuatnya memilih untuk lebih fokus pada keluarga ketimbang membagikan kabar ke publik.
Tantangan Menjadi Ibu Baru
Bagi Tina, pengalaman menjadi ibu baru ternyata jauh dari bayangan sebelumnya. Ia mengaku banyak menghadapi kejutan yang tak terduga.
Menurutnya, menjadi orang tua bukanlah proses yang instan. Semua hal harus dipelajari dari awal, termasuk memahami kebutuhan bayi dan membangun pola pengasuhan yang tepat.
“Jadi ibu baru itu kan juga nggak gampang ya. Maksudnya semua tuh belajar, semuanya tuh banyak kejutannya,” tuturnya.
Ia juga mengakui sempat diliputi rasa khawatir terhadap penilaian publik. Sebagai figur publik, setiap langkah yang diambilnya berpotensi mendapat sorotan, termasuk dalam hal pola asuh anak.
“Aduh entar gaya pengasuhan anak gue salah nggak ya? Entar takutnya gimana nggak ya?” ungkapnya menggambarkan kegelisahan yang sempat dirasakan.
Kekhawatiran tersebut membuatnya memilih untuk menjaga privasi keluarga, setidaknya sampai ia merasa lebih siap secara mental.
Dukungan Lingkungan Terdekat
Meski kabar kehamilan dan kelahiran tidak diumumkan secara luas, lingkungan terdekat Tina sudah mengetahui kondisinya. Ia memastikan tidak ada penolakan atau tekanan dari pihak manapun terkait keputusannya untuk tidak mempublikasikan momen tersebut.
“Yang tahu hamil besar itu memang ada beberapa. Kontra publish yang gimana-gimana, enggak,” jelasnya.
Keputusan untuk menjaga privasi justru mendapat pemahaman dari orang-orang di sekitarnya. Mereka menyadari bahwa Tina membutuhkan ruang pribadi di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat.
Kini Lebih Percaya Diri
Setelah melewati satu tahun masa adaptasi, Tina mengaku kini sudah lebih memahami perannya sebagai ibu. Ia merasa lebih sadar dan siap berbagi kebahagiaan tersebut kepada masyarakat.
“Ngeh begitu. Sudah mulai ngeh begitulah. Akhirnya ya sudah, baru-baru sekarang ini aku menerbitkan,” katanya.
Pengakuan ini sekaligus menjawab rasa penasaran publik yang selama ini melihat Tina begitu fokus pada aktivitas politiknya. Ternyata, di balik kesibukan tersebut, ia juga tengah menjalani fase penting dalam kehidupan pribadinya.
Kini, dengan sang buah hati yang telah berusia satu tahun, Tina merasa lebih lega. Ia dapat menjalani dua peran sekaligus: sebagai ibu dan sebagai pejabat publik.
“Lahirnya Februari tahun lalu. Iya, jadi memang sekarang itu sudah setahun baby-nya,” pungkasnya.
Kisah Tina menjadi gambaran bahwa setiap ibu memiliki perjalanan adaptasi masing-masing. Terlebih bagi figur publik, menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional bukanlah perkara sederhana.