InfoArtis,- JAKARTA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, tradisi ziarah kubur masih menjadi kebiasaan banyak keluarga di Indonesia. Momen ini dimanfaatkan untuk mendoakan anggota keluarga yang telah berpulang sekaligus merefleksikan diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Hal serupa dilakukan oleh Billy Syahputra. Sehari sebelum Ramadan 2026, ia bersama keluarga mendatangi makam sang kakak, Olga Syahputra, di TPU Malaka, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Billy menyampaikan bahwa ziarah ini merupakan bagian dari tradisi keluarga setiap menjelang Ramadan. Ia datang bersama keluarga besar untuk mendoakan almarhum yang memiliki nama asli Yoga Syahputra.
“Ya kebetulan hari ini sama keluarga nyekar ke pemakaman kakak tercinta, keluarga dari Bapak Nur Rohman, ya almarhum Olga. Kita nyekar mendoakan yang terbaik buat Yoga, apalagi menyambut bulan Ramadan,” ujar Billy.
Tak Pernah Lupa Mendoakan
Billy mengakui, meskipun tidak selalu datang langsung ke makam, ia tidak pernah melewatkan doa untuk sang kakak. Dalam kesehariannya, doa untuk Olga selalu ia panjatkan, terutama setiap selesai salat.
Ia juga mengungkapkan bahwa kunjungan terakhirnya ke makam terjadi sekitar satu tahun lalu. Namun, baginya, kehadiran fisik di pusara bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan kasih sayang kepada almarhum.
“Kalau enggak datang ke sini gue selalu mendoakan setiap salat. Tapi memang tradisi kita kalau menjelang bulan Ramadan kita ke makam,” ujarnya.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa hubungan emosional Billy dengan sang kakak tetap terjaga, meski waktu terus berjalan sejak kepergian Olga beberapa tahun silam.
Ramadan yang Berbeda
Ramadan tahun ini menjadi momen yang terasa berbeda bagi Billy. Statusnya kini telah berubah—ia bukan lagi sendiri. Ia telah berkeluarga dan menjadi seorang ayah.
Perubahan tersebut membuat momen ziarah kali ini terasa lebih emosional. Billy mengaku ada rasa haru sekaligus kehilangan ketika menyadari sang kakak tidak bisa menyaksikan fase barunya dalam hidup.
“Di bulan puasa ini memang sudah beda dari tahun sebelumnya. Waktu itu gue cuma bilang sama Yoga kalau Billy sudah punya pasangan. Kalau tahun ini paling cuma bilang, ‘Yoga, Bang Billy sudah punya anak.’ Ya inilah hidup, mau gimana,” tuturnya.
Ucapan tersebut menunjukkan bagaimana ia tetap merasa perlu “berbagi kabar” kepada kakaknya, meski hanya melalui doa di makam.
Haru Saat Menatap Wajah Sang Anak
Billy tidak menampik bahwa ada momen-momen tertentu yang memunculkan kesedihan. Salah satunya ketika ia melihat wajah anaknya.
Menurutnya, sang kakak pasti akan merasa sangat bahagia jika masih hidup dan dapat bertemu langsung dengan keponakannya yang disebutnya memiliki wajah “bule”.
“Kadang kalau di kamar lihat anak gue, kalau misalkan Yoga masih ada, pasti senang banget. ‘Yoga, keponakan lo bule.’ Anak Billy tuh bule,” ucapnya dengan nada haru.
Perasaan itu datang secara spontan, terutama ketika ia membayangkan reaksi Olga yang dikenal humoris dan penuh semangat dalam menyambut kebahagiaan keluarga.
Hadir dalam Mimpi
Meski Olga telah lama tiada, Billy mengaku masih sering merasakan kehadiran sang kakak melalui mimpi. Ia menyebut beberapa kali bermimpi tentang almarhum, meskipun detailnya kerap terlupakan ketika terbangun.
“Kalau mimpi kadang sekelebat, kadang pas bangun tidur ingat, kadang lupa. Pastinya sering beberapa kali dimimpiin sama almarhum,” katanya.
Mimpi tersebut menjadi salah satu cara bagi Billy untuk tetap merasakan kedekatan emosional dengan kakaknya.
Izin dan Restu untuk Menikah
Dalam kesempatan itu, Billy juga mengungkapkan bahwa istrinya, Vika Kolesnaya, pernah datang ke makam Olga. Ia memperkenalkan pasangannya sekaligus meminta izin dan restu secara simbolis sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Menurut Billy, momen tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, karena ia merasa perlu “memberi tahu” sang kakak mengenai keputusan besar dalam hidupnya.
Bagi Billy, kehadiran Olga mungkin telah tiada secara fisik, namun nilai, kenangan, dan kedekatan batin tetap melekat kuat.
Ziarah menjelang Ramadan itu bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga bentuk penghormatan, rasa syukur, serta ungkapan rindu seorang adik kepada kakaknya.